Senin, 09 Januari 2023
Perjalanan menuju The Hidden Paradise ✨🌅 Yellu, Misool Selatan, Raja Ampat, Papua Barat
•••
Tiiitttttt, setelah panggilan suara dinonaktifkan tiba-tiba muncul notif pesan dari kontak bernama manini wajo 💖 yahhh, itu adalah panggilan sayangku kepada adik dari mamaku, kami sangat dekat karena umur pun tak terlampu jauh. Bunyi pesannya seperti ini "Nina, kau mau iko di yellu katara? Kita jalan' di pulau, nanti tiket pi aku tanggung" 📱 aku yang memang anaknya AYO GAS + tergiur gratisan, langsung membalas pesan berisi ajakan liburan ke kampung Yellu, Raja Ampat tersebut.
Karena waktu keberangkatan 2 hari lagi, aku langsung memberitahukan mama dan bapa (sekaligus minta duit, maklum masih beban keluarga) sebenarnya aku sudah tau bahwa pasti diizinkan, dari dulu mama dan bapa tidak pernah melarangku untuk pergi kemana saja, asal tujuannya jelas (dengan siapa perginya hingga berapa lama perginya).
H-1 Setelah packing' mau ke mars, eh engga becanda xixixi 😆 selesai packing aku langsung tidur karena besok adalah hari keberangkatan yang ditunggu-tunggu.
Pukul 6 kurang, aku dibangunkan oleh mama untuk beres' rumah dan mengerjakan beberapa pekerjaan rutin di rumah. Tiba-tiba Muncul notif pesan masuk dari manini yang berisikan perintah untuk segera ke pelabuhan untuk mengecek kapal yang nantinya akan kami gunakan untuk ke pulau Misool, Raja ampat. Setelah tiba di pelabuhan ternyata kapal mengalami keterlambatan dan tidak sesuai jadwal, seharusnya kapal tiba pukul 07:00 pagi, tetapi entah kenapa kapal baru tiba pada pukul 10:00 pagi waktu setempat. Beberapa jam kemudian setelah diantar oleh om-ku, aku pun naik ke kapal dan mencari rombongan ku, yahh aku berangkat bersama onco, manini, dan khalisa (bayi manini). Karena membawa bayi akhirnya kami memutuskan untuk menyewa kamar ABK karena mengingat waktu yang ditempuh selama perjalanan sekitar +- 8 jam.
Sekitar pukul 01:00 siang kapal bergerak meninggalkan Pelabuhan Bula-Maluku menuju Sorong-Papua Barat.
Beberapa menit setelah kapal berlayar, kami pun langsung makan siang, aku membawa bekal dari rumah. Cuaca hari ini cukup panas, angin pun kencang dan laut sedikit berombak, kami merasa pusing dan mual hingga akhirnya memutuskan untuk tidur (walaupun tidak bisa tidur 😌) karena merasa bosan, aku memilih untuk melanjutkan bacaanku (aku membaca buku "Sebuah seni untuk bersikap bodoh amat") setelah beberapa halaman terlewati aku pun merasa ngantuk dan ingin tidur, aku memilih tidur di luar karena suhu di dalam kamar kami terasa sangat panas dan kamar pun terasa sempit untuk 4 orang.
Beberapa waktu berlalu, terdengar pengumuman penagihan tiket/pasasi oleh ABK (yaa, tiketnya dibeli di dalam kapal)
tiket tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengambil jatah makanan di dapur kapal.
Pukul 18:00 WIT atau sekitar jam 6 sore waktu setempat, terdengar lagi pengumuman untuk mengambil jatah makanan di dapur kapal.
Karena masih asyik berleye-leye dan menikmati indahnya matahari terbenam di gugusan pulau-pulau Misool yang begitu indah.
akhirnya beberapa menit berlalu dan kami pun lupa akan jatah makanan yang seharusnya diambil ketika pengumuman tadi selesai 🥲 alhasil karena perut mulai keroncongan dan terasa lapar serta cacing" dalam perut pun mulai ngamuk, akhirnya kami memutuskan untuk membeli pop mie untuk dimakan, setelah meminta air panas (untuk menyeduh pop mie) kepada ABK yang bertugas di dapur kapal, kami akhirnya naik kembali ke dek paling atas dimana kamar kami berada, aku dan onco memilih untuk makan di luar (di depan kamar) dan manini makan di dalam kamar sembari menjaga anaknya yang sedah tertidur pulas.
••
Sekitar pukul 19:20 WIT terdengar pengumuman bahwa kapal kami akan singgah/sandar di pelabuhan fafanlap, Yah !! Ini adalah pulau pertama di papua barat yang kami singgahi, tak henti-henti ku ucapkan rasa syukur ku karena diberikan kesempatan untuk melihat keindahan ciptaan allah di bumi cendrawasih-Papua ini 🥺
Karena waktunya malam dan cukup gelap akhirnya tak banyak yang bisa kulihat dari fafanlap. Tapi rasa penasaran ku muncul, yahhh, aku ingin turun!! Aku ingin menginjakan kaki ku di fafanlap.
Dari atas kapal terlihat kerumunan orang-orang yang sibuk keluar-masuk kapal, ada penumpang yang turun (karena sudah sampai pada tujuan akhir), ada juga penumpang baru yang naik, terlihat juga beberapa orang yang sibuk menjajakan jualan mereka di pelabuhan, hal ini cukup membuat ku kaget, yahh kurasa inilah culture shock yang kurasakan
Pada pukul 19:50 kapal Stom pertama kali hingga 5 menit kemudian. Karena waktunya sudah malam dan gelap, kami tidak bisa menyaksikan keindahan pulau tersebut. 2 menit setelah stom terakhir akhirnya kapal kembali berlayar menuju tujuan berikutnya yaitu pulau Yellu 😍
Pulau Yellu adalah tujuan keberangkatan kami, ini adalah kali pertama aku pergi ke pulau tersebut. Aku bersyukur karena di Pulau Yellu banyak sekali destinasi wisata yang indah, aku rasa semua tempat di Papua adalah miniatur surga🥹 begitu indahhh✨
Pada sekitar pukul 9 malam kami tiba di pelabuhan Yellu, sama seperti di fafanlap ternyata para pedagang kembali berjualan, para penumpang pun mulai berdesak-desakan untuk masuk dan keluar kapal, ada yang turun, ada yang baru naik dan ada yang hanya sekedar turun untuk berbelanja. Memang benar yahhh jika bukan pelabuhan terakhir maka kapal tidak akan berlabuh dalam waktu lama, ia hanya singgah (tapi ini bukan tentang kapal) hihihiww
Setelah berjalan dari pelabuhan menuju rumah akhirnya tubuh ini bisa direbahkan untuk beristirahat. Ternyataa pakde sudah masak, masak ikan toska (aku lupa namanya) 🤤 usai makan kami pun beristirahat.
Pagi pun tiba, aku terkejut karena pada pukul 6 pagi listrik di pulau tersebut dipadamkan. Setelah sarapan kami pun langsung berfikir untuk jalan-jalan menuju tempat wisata di sekitar pulau Yellu. akhirnya yang ditunggu pun tibaaaa 😍 pada sore hari menuju malam kami ingin melihat sunset di batu susun, sungguh seperti tak nyata🥹terlihat seperti di susun oleh tangan manusia ternyata ini alami dari tuhan✨
Keesokan harinya kami langsung menyusun rencana untuk pergi ke destinasi wisata yang sangat terkenal disana yaitu puncak love 🫶🏻 mulai dari pagi kami sudah menyiapkan makanan untuk dibawa ke pulau tersebut karena memang jarak pulau Puncak love cukup jauh dari Pulau Yellu.
Sampai disana kami langsung naik tangga berjumlah ratusan bahkan mungkin ribuan karena memang sejauh itu😭 tapiiiii ketika sampai di puncak memang terbayarkan sudah rasa capek dan keringat jagung yang mengerucus turun
Nih aku spill fotonya😍
Cantikkk bangettt kannnnn🥹😭 dahlah jadi kangen balik lagi kesana :)
Setelah turun dari puncak ternyata pakde dan anak piaranya sudah menyiapkan ikan bakar, aku sebagai anak yang sukaaaa sekali makan ikan langsung full senyum karena porsi makannya 1 orang 2-3 ekor ikan ukuran lengan orang dewasa… puassss makan ikan kali ini di tengah pulau. Bayangkan saja kami duduk di jembatan dan menghirup bau air laut, melihat pasir yang putih hingga cream (air dan pasirnya aku bawa pulang ke ambon) 😆 Karang di pulau ini juga cantikkkk banget, ikan kecil dan biota laut lainnya langsung terlihat di dasar laut dan terumbu karang karena memang sejernih itu air laut di pulau tersebut.
Waktu sudah siang akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena jarak menuju rumah cukup jauh sehingga melewati banyak pulau tak berpenghuni dan ombak saat itu cukup kencang .
Tiba di rumahh kami langsung istirahat, seperti biasa pukul 6 sore listrik kembali nyala. Sebelum tidur kami bahkan sudah memikirkan destinasi wisata mana lagi yang harus dikunjungi😍 akhirnya di hari berikutnya kami akan pergi ke 4 destinasi wisata sekaligus
Tapiiii karena beberapa drama di rumah akhirnya kami pergi di sore hari, untung saja jaraknya cukup dekat jadi kami masih punya waktu sebelum hari akan gelap.
Sepanjang perjalanan aku hanya terkagum-kagum dan takjub akan keindahan pulau” di Gugusan Kepulauan Raja ampat ini, dannnn yang paling aku syukuri adalah semua ini GRATISSS … aku tidak perlu memikirkan besarnya biaya yang harus ku keluarkan seperti wisatawan pada umumnya.
Selain pergi ke tempat-tempat indah di raja ampat, aku juga dibuat takjub oleh keunikan masyarakat dan kehidupan di pulau Yellu. Pertama adalah air disini adalah jenis air payau, untuk mandi dan mencuci kami harus menggunakan air hujan yang telah di tampung. Hampir seluruh masyarakat di pulau ini berjualan ikan, ikan dan tangkapan laut lainnya jual oleh anak-anak kecil.
Sungguh yang membuat aku sangat terkejut juga adalah anak-anak kecil disini lihai sekali mengemudi transportasi laut seperti sampan dan speed boat, seperti salah satu tetangga kami yaitu adik Laya (nulis ini jadi kangen sama laya) 🥹
Laya adalah salah satu anak dari banyaknya anak di Yellu yang terbilang cukup aktif, dia lincah dan sedikit cerewet😆 ternyata sejak kecil Laya suka mengikuti kakaknya untuk mengantar tamu atau Wisatawan untuk pergi ke destinasi wisata di sekitar pulau Yellu. Ternyata sejak SD kelas 5 Laya sudah dilatih oleh keluarganya hingga lihai mengemudi Speed boat, karena selain harus pergi ke sekolah di pulau sebelah transportasi di pulau ini adalah sampan dan speed boat. KERENNNN 🫶🏻
Setelah sekitar sepekan kami di Pulau Yellu akhirnya tiba saatnya kami harus kembali pulang ke Bula- Maluku
Awal tahun yang sunggu baik untuk memulai hidup ku di tahun 2022 😍
Terima kasih mamanini dan keluarga di Yellu (Pakde, Mm Haji, bibi sum, Laya dan keluarga) Terima kasih Pulau Yellu dan Raja ampat🥹🫶🏻 yang aku ingat juga ketika akan naik ke kapal, aku memberikan pena 12 warna untuk Laya, kata dia pena ini tidak ada disini dan jika ingin membeli harus ke kabupaten dulunyang begitu jauh. Semoga Laya suka dan semakin rajin belajar dengan menggunakan tersebut 🫶🏻
Sekian cerita dari kuu, selama 2022 ini aku selalu terngiang-ngiang karena merasa masih punya hutang tulisan tentang perjalanan ke Pulau Yellu ini 🤌🏻i’ll be back soon, aamiin ✨
Sungguh berkesan awal tahun ku
Tulisan kali ini baru selesai kutulis pada tanggal 23 Desember di dalam kapal perjalanan menuju pulau Banda Neira 😍 Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca hingga selesai 😍
Kalau aku nulis tentang perjalanan akhir tahun ku ke pulau Banda Naira, gimana??
Anyway, Salah satu motto Hidup ku yaitu
Jauh perjalanan
Luas pandangan
Banyak pengalaman
Ramai kenalan
Terima masih kesempatan
Siyuuuu🫶🏻🫶🏻
with love, Anin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bugdet Traveling Banda Neira (some tips & tricks)
Holla everybody 曆 Akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 aku habiskan waktu ku di Banda Neira .. Beberapa dari kawan ku menanyakan Budget...
-
Hi guysss ✨ Apa kabar jiwa & raga, semoga seimbang yah hehehe :)) Aku mau berbagi cerita nih, ini tentang kisah bagaimana aku s...
-
••• Tiiitttttt, setelah panggilan suara dinonaktifkan tiba-tiba muncul notif pesan dari kontak bernama manini wajo 💖 yahhh, itu adalah pan...
-
Holla everybody 曆 Akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 aku habiskan waktu ku di Banda Neira .. Beberapa dari kawan ku menanyakan Budget...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar